• Belajar
    Belajar

    Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.

  • Membimbing
    Membimbing

    Jika ditinjau dari segi isi, maka membimbing berkaitan dengan norma dan tata tertib. Dilihat dari segi prosesnya, maka mendidik dapat dilakukan dengan menyampaikan atau mentransfer bahan ajar yang berupa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan menggunakan strategi dan metode mengajar yang sesuai dengan perbedaan individual masing-masing siswa. Lalu kalau dilihat dari strategi dan metode yang digunakan, maka membimbing lebih berupa pemberian motivasi dan pembinaan.

  • Eksplorasi
    Eksplorasi

    Penjelajahan atau pencarian, adalah tindakan mencari atau melakukan penjelajahan dengan tujuan menemukan sesuatu. Siswa diajak untuk melakukan eksplorasi sehingga mereka dapat menemukan, memecahkan, dan memberikan jawaban atas persoalan yang dihadapi. Untuk tujuan itu, siswa akan didampingi oleh guru-guru sehingga dalam proses pembelajaran siswa akan fokus pada tujuan pembelajaran.

  • Komunitas
    Komunitas

    Komunitas adalah sebuah kelompok yang umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas siswa, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko, kegemaran dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Setiap siswa yang sudah lulus akan tetap terkoneksi dengan almamater sekolah agar tetap terjalin silaturahmi.

  • Hiburan
    Hiburan

    Hiburan adalah segala sesuatu, baik yang berbentuk kata-kata, tempat, benda, atau perilaku yang dapat menjadi penghibur. Pada umumnya hiburan dapat berupa musik, film, opera, drama, ataupun berupa permainan bahkan olahraga. Berwisata juga dapat dikatakan sebagai upaya hiburan dengan menjelajahi alam ataupun mempelajari budaya. Mengisi kegiatan di waktu senggang seperti membuat kerajinan, keterampilan, membaca juga dapat dikatagorikan sebagai hiburan.

 A. LATAR BELAKANG

MASALAH

Anak-anak adalah kebanggaan orang tua, guru, negara dan bangsa. John Locke dalam teorinya Tabula Rasa menyatakan bahwa anak lahir dalam keadaan kosong atau seperti kertas putih. Sebagaimana kertas putih maka orang tua, guru dan lingkunganlah yang mulai menorehkan catatan di atasnya.

Catatan tersebut dapat berupa hal positif maupun negatif yang diawali dalam dalam keluarga. Guru hadir untuk meneruskan tulisan-tulisan hasil kreasi indah orang terdekat sang anak.

Salah satu catatan yang ditulis oleh guru adalah mengajari anak-anak mengenal bahasa Inggris. Bahasa internasional ini adalah sebuah bahasa yang wajib dikuasai anak dalam era globalisasi. Mereka dituntut untuk bisa menguasai bahasa asing yang cara menuliskan dan membacanya sangat berbeda jauh. Saat regulasi pemerintah tidak lagi memberikan ruang anak-anak sekolah dasar untuk belajar Bahasa Inggris secara khusus, maka proses tersebut baru akan dimulai di kelas 7 Sekolah Menengah pertama.

Bagaimana cara anak-anak dalam masa akil baliknya mampu menguasai bahasa asing ini? Tentulah peran dan kreatifitas guru yang didukung oleh orang tua sangat dibutuhkan. Contoh persoalan yang timbul dalam keseharian anak, yang selanjunya disebut siswa adalah Bagaimana cara menguasai nama-nama benda yang sering diguanakan baik di rumah maupun di sekolah? Hal ini menjadi persoalan karena jika metode yang dipakai hanya sekedar menghafalkan kata-kata Bahasa Inggris maka anak-anak cenderung melupakan. Tetapi bila diikuti dengan pendalaman materi tersebut maka siswa akan menguasainya hingga dewasa. Bagaimana mendalaminya? Dengan menggunakan alat bantu ajar yaitu The Knowledge Tree.

INSPIRASI

Apakah yang dimaksud dengan The Tree of Knowledge? Pertanyaan ini sangat mudah dijawab secara harfiah yaitu pohon pengetahuan. Yang dimaksud dengan hal ini adalah sebuah pohon yang menjadi sumber ilmu bagi siswa. Keberadaan siswa yang kurang mampu menguasai nama-nama benda di sekitanya dalam bahasa Inggrislah yang menginspirasi ide ini.

TUJUAN

Melalui alat bantu ini, siswa diharapkan mampu menguasai nama-nama benda di sekitarnya dan tentunya berdampak bagi prestasinya dalam bidang akademis.

B. CARA PENGGUNAAN ALAT BANTU AJAR

Bagaimana membuat alat bantu ajar ini? Dengan menyiapkan ranting pohon kering.

Siswa terlebih dahulu diberikan gambar tentang nama-nama benda di sekitarnya secara berkelompok. Kemudian menuliskan 1 benda dalam bahasa Inggris dan artinya di balik potongan kartu. Setelah itu, siswa boleh mengikat kartu tersebut ke pohon pengetahuan. Semua kartu yang tersedia dalam kelompok harus ditulis semua dan diupayakan agar tak sama seorang dengan yang lain. Bila telah selesai ditulis, siswa diminta untuk menempelkan kartu-kartu tersebut ke pohon ilmu.

Untuk mengecek pemahaman siswa akan apa yang telah ditulisnya, maka guru menyebutkan beberapa benda yang berada di sekitar. Siswa terlihat berebutan menjawab pertanyaan guru, bahkan ramai-ramai ke papan tulis berharap agar temannya salah dan mereka menggantikan jawaban yang benar. Sayangnya, terkadang harapannya kandas karena temannya juga dapat menjawab dengan baik. Dengan demikian,penggunaan alat bantu ini telah memotivasi siswa untuk mengingat kembali apa yang telah dipelajarinya.Semangat mereka menjadi yang terbaik ditunjukan dengan meminta soal-soal latihan untuk ditambah lagi.

Agar lebih banyak lagi kosa kata yang dimiliki siswa, maka mereka ditugaskan membuat pohon ilmu baru di rumah. Kemudian masing-masing menuliskan nama benda secara berkelompok dan menempelkan potongan kartu di pohon ilmu atau The knowledge tree.

Pembuatan pohon pengetahuan atau The Knowledge Tree ini telah diujikan pada beberapa kelas bahkan di beberapa sekolah berbeda. Hasilnya sesuai dengan harapan guru, dimana siswa termotivasi untuk lebih serius menimba pengetahuan dalam Bahasa Inggris.

C. HASIL YANG DIPEROLEH DENGAN PENGGUNAAN ALAT BANTU

Hasil yang diperoleh dengan penggunaan alat bantu ini adalah siswa semakin menguasai dan materi pembelajaran dan tentulah nilai Bahasa Inggris mereka mengalami peningkatan yang signifikan.Semoga para siswa dapat terus memanfaatkan pengetahuannya dalam meraih masa depan yang gemilang. Let’s study English because it is so fun!

S E K I A N

Custom

JUST FEW WORDS

Empat point menjadi guru yang disenangi murid:

  • Sabar dan Fokus
  • Sisipkan Humor
  • Kreatif
  • Pemberi Informasi yang Akurat

Selanjutnya

  • Ibu Ester
    IBU ESTER
    Guru Bahasa Indonesia
    “Membaca adalah kegiatan positif untuk menambah wawasan. Jika ingin membaca, silahkan kunjungi perpustakaan sekolah kami.”
  • Pak Made
    PAK MADE
    Guru Agama Hindu
    “Senang bisa bekerja dan mengajar di Sekolah Standar Nasional SMP Negeri 1 Waingapu yang memilik nilai Akreditasi A+.”
  • Pak Ones
    PAK ONES
    Guru Bahasa Inggris
    “Di sini aku tidak sendiri.”
  • Ibu Yani
    IBU YANI
    Pustakawan
    “Bla..bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla.”