Ujian Nasional (UN/UAN) adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdikbud di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003. Tujuan diadakannya UN/UAN, yaitu mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, mengukur mutu pendidikan di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan sekolah/madrasah.

UN/UAN dilaksanakan secara serentak di seluruh tanah air pada Satuan Tingkat Pendidikan SD, SMP, dan juga SMA. Mereka baru dinyatakan lulus dari Satuan Tingkat Pendidik­an yang ditempuhnya jika mereka berhasil menye­lesaikanujian tersebut dengan standar angka nilai yang telah ditentukan. Pada tingkat SMP, nilai standar kelulusan yang harus dicapai oleh setiap siswa adalah 5,5 dengan bobot 30%.

Untuk soal-soal UN/UAN biasanya disusun oleh sebuah team yang dibentuk dengan terlebih dahulu mendapatkan masukan berupa bentuk-bentuk soal dari setiap provinsi. Soal-soal UN/UAN di tingkat umumnya dicetak di Jakarta, kemudian didistribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh tanah air melalui masing-masing Dinas Pendidikan di daerah-daerah.

Pelaksanaan UN/UAN di tingkat SMP biasanya diselenggarakan paling lama empat hari. Sebelum diadakannya UN/UAN,biasanya siswa akan menghadapi soal-soal ulangan harian, soal ulangan mid semester, ulangan semester ganjil, kemudian try out yang berlangsung paling lama lima kali, Ujian Sekolah (US), barulah masuk pada tahap terakhir, yaitu Ujian Nasional.

Nilai-nilai yang diperoleh siswa pada saat ulang­an-ulangan dam try out sebelumnya dapat membuktikan bahwa siswa tersebut siap menghadapi UN/UAN, dan akan lulus dengan hasil yang baik serta memuaskan.

Pada bulan Mei 2015, di tingkat SMP diadakan UN/UAN secara serentak di Indonesia. Salah satu sekolah yang melaksanakan UN tersebut adalah SMP Negeri 1 Waingapu. SMP N.1 Waingapu ada salah satu SMP di Indonesia yang terletak di NTT, tepat di pulau Sumba, Kabupaten Sumba Timur.

Pelaksanaan UN di SMP N. 1 Waingapu berjalan dengan lancar dan tanpa mengalami gangguan. Hal ini dikarenakan adanya persiapan yang matang dari pihak sekolah. Sebelum UN diselenggarakan, pihak sekolah SMP N. 1 Waingapu telah mempersiapkan siswanya/peserta yang akan menghadapi ujian dengan matang.

Ada banyak cara yang dilakukan dalam mempersiapkan siswa untuk menghadapi ujian, dan beberapa diantara telah dilakukan oleh SMP N 1 Waingapu, seperti mengadakan les tambahan yang bertujuan untuk membekali siswa dengan berbagai ilmu lewat contoh-contoh soal, membahas bersama soal yang dirasa sulit atau kurang dipahami oleh siswa terutama pada mata pelajaran matematika. Tidak hanya itusiswa diberikan contoh-contoh soal dari soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya, guru mempergunakan waktu yang ada dengan sebaik-baik mungkin agar para siswa tidak mengalami ketertinggalan materi.

Bukan hanya hal itu saja, proses UN di SMP N 1 waingapu juga berjalan lancar karena faktor lingkungan yang mendukung, karena lingkungan sekitarnya bersih. Hal ini dikarenakan sebelum UN akan dilaksanakan para siswa kelas 7 dan 8 turut serta berpartisipasi untuk membersihkan lingkungan sekolah dan ruangan yang akan digunakan untuk UN.

Karena siswa di SMP N 1 Waingapu sangat memperhatikan kepentingan bersama, sehingga muncul kerja sama yang baik antara siswa di SMP N. 1 Waingapu.
Kerberhasilan yang dicapai oleh para siswa juga adalah berkat upaya dari orang tua/wali siswa yang selalu memperhatikan kesiapan perlengkapan UN siswa dan juga dari diri siswa itu sendiri. Dimana siswa berusaha sendiri dengan belajar di rumah dan menimbulkan rasa percaya diri dan optimis dalam menjalankan UN. Siswa harus yakin dan percaya bahwa mereka mampu memberikan yang terbaik.

Semua kerberhasilan inipun tak luput dari pertolongan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, sebelum dan sesudah berjalannya UN diadakan ibadah yang merupakan wujud dari ucapan syukur kita.[gp]