Indonesia kaya akan ragam kuliner daerah, salah satunya adalah manggulu atau dodol Sumba. Kuliner khas pulau Sumba tersebut cukup sehat, karena bebas gula buatan dan bahan pengawet.

Saat ini, memang tidak begitu mudah mendapatkan manggulu. Dodol Sumba itu semakin terpinggirkan dengan hadirnya berbagai makanan instant. Selain menjadi makan khas Sumba, manggulu juga memiliki nilai historis.

Ketika masa penjajahan, makana manis itu sangat disukai serdadu Belanda. Manggulu selalu dibawa para serdadu Belanda ketika masuk ke wilayah pelosok Sumba Timur, karena rasanya yang manis, ampuh untuk menahan lapar.

Bahan yang dibutuhkan:

  1. pisang ranun 1 sisir
  2. kacang tanah yang sangrai 1 kg
  3. daun pisang

Cara membuat:

  1. Pertama-tama pisang ranun dibelah menjadi dua bagian,
  2. Kemudian, dijemur selama beberapa hari (minimal 3 hari),
  3. Setelah pisang tersebut mengering,
  4. Selanjutnya, goreng kacang tanpa mengguna­kan minyak (sangrai),
  5. Sesudah sangrai dipisahkan dari kulitnya,
  6. Lalu hancurkan pisang dan kacang secara bersamaan hingga menyatu,
  7. Panaskan daun pisang sampai daun pisang tersebut mudah di bentuk,
  8. Letakkan pisang dan kancang yang sudah menyatu di atas daun pisang, kemudian digulung hingga berbentuk oval.
  9. Ikat bagian atas dan bawah daun pisang tersebut.
  10. Manggulu siap disajikan.

Saat ini, manggulu hanya diproduksi dalam jumlah kecil diindustri rumahan. Namun dodol Sumba itu ternyata cukup membantu ekonomi keluarga sebagian ibu-ibu di Sumba.[*]