A. LATAR BELAKANG

MASALAH

Anak-anak adalah kebanggaan orang tua, guru, negara dan bangsa. John Locke dalam teorinya Tabula Rasa menyatakan bahwa anak lahir dalam keadaan kosong atau seperti kertas putih. Sebagaimana kertas putih maka orang tua, guru dan lingkunganlah yang mulai menorehkan catatan di atasnya.

Catatan tersebut dapat berupa hal positif maupun negatif yang diawali dalam dalam keluarga. Guru hadir untuk meneruskan tulisan-tulisan hasil kreasi indah orang terdekat sang anak.

Salah satu catatan yang ditulis oleh guru adalah mengajari anak-anak mengenal bahasa Inggris. Bahasa internasional ini adalah sebuah bahasa yang wajib dikuasai anak dalam era globalisasi. Mereka dituntut untuk bisa menguasai bahasa asing yang cara menuliskan dan membacanya sangat berbeda jauh. Saat regulasi pemerintah tidak lagi memberikan ruang anak-anak sekolah dasar untuk belajar Bahasa Inggris secara khusus, maka proses tersebut baru akan dimulai di kelas 7 Sekolah Menengah pertama.

Bagaimana cara anak-anak dalam masa akil baliknya mampu menguasai bahasa asing ini? Tentulah peran dan kreatifitas guru yang didukung oleh orang tua sangat dibutuhkan. Contoh persoalan yang timbul dalam keseharian anak, yang selanjunya disebut siswa adalah Bagaimana cara menguasai nama-nama benda yang sering diguanakan baik di rumah maupun di sekolah? Hal ini menjadi persoalan karena jika metode yang dipakai hanya sekedar menghafalkan kata-kata Bahasa Inggris maka anak-anak cenderung melupakan. Tetapi bila diikuti dengan pendalaman materi tersebut maka siswa akan menguasainya hingga dewasa. Bagaimana mendalaminya? Dengan menggunakan alat bantu ajar yaitu The Knowledge Tree.

INSPIRASI

Apakah yang dimaksud dengan The Tree of Knowledge? Pertanyaan ini sangat mudah dijawab secara harfiah yaitu pohon pengetahuan. Yang dimaksud dengan hal ini adalah sebuah pohon yang menjadi sumber ilmu bagi siswa. Keberadaan siswa yang kurang mampu menguasai nama-nama benda di sekitanya dalam bahasa Inggrislah yang menginspirasi ide ini.

TUJUAN

Melalui alat bantu ini, siswa diharapkan mampu menguasai nama-nama benda di sekitarnya dan tentunya berdampak bagi prestasinya dalam bidang akademis.

B. CARA PENGGUNAAN ALAT BANTU AJAR

Bagaimana membuat alat bantu ajar ini? Dengan menyiapkan ranting pohon kering.

Siswa terlebih dahulu diberikan gambar tentang nama-nama benda di sekitarnya secara berkelompok. Kemudian menuliskan 1 benda dalam bahasa Inggris dan artinya di balik potongan kartu. Setelah itu, siswa boleh mengikat kartu tersebut ke pohon pengetahuan. Semua kartu yang tersedia dalam kelompok harus ditulis semua dan diupayakan agar tak sama seorang dengan yang lain. Bila telah selesai ditulis, siswa diminta untuk menempelkan kartu-kartu tersebut ke pohon ilmu.

Untuk mengecek pemahaman siswa akan apa yang telah ditulisnya, maka guru menyebutkan beberapa benda yang berada di sekitar. Siswa terlihat berebutan menjawab pertanyaan guru, bahkan ramai-ramai ke papan tulis berharap agar temannya salah dan mereka menggantikan jawaban yang benar. Sayangnya, terkadang harapannya kandas karena temannya juga dapat menjawab dengan baik. Dengan demikian,penggunaan alat bantu ini telah memotivasi siswa untuk mengingat kembali apa yang telah dipelajarinya.Semangat mereka menjadi yang terbaik ditunjukan dengan meminta soal-soal latihan untuk ditambah lagi.

Agar lebih banyak lagi kosa kata yang dimiliki siswa, maka mereka ditugaskan membuat pohon ilmu baru di rumah. Kemudian masing-masing menuliskan nama benda secara berkelompok dan menempelkan potongan kartu di pohon ilmu atau The knowledge tree.

Pembuatan pohon pengetahuan atau The Knowledge Tree ini telah diujikan pada beberapa kelas bahkan di beberapa sekolah berbeda. Hasilnya sesuai dengan harapan guru, dimana siswa termotivasi untuk lebih serius menimba pengetahuan dalam Bahasa Inggris.

C. HASIL YANG DIPEROLEH DENGAN PENGGUNAAN ALAT BANTU

Hasil yang diperoleh dengan penggunaan alat bantu ini adalah siswa semakin menguasai dan materi pembelajaran dan tentulah nilai Bahasa Inggris mereka mengalami peningkatan yang signifikan.Semoga para siswa dapat terus memanfaatkan pengetahuannya dalam meraih masa depan yang gemilang. Let’s study English because it is so fun!

S E K I A N